Hubungan Model Pembelajaran Advance Organizer dengan Penalaran Matematis

A. Advance Organizer

Dalam istilah Indonesia, Advance Organizer dimaknai bermacam-macam: pengaturan awal, pembangkit motivasi dan lain-lain, menurut Peny (Joyce, Weil, dan Calhoum, 2009:281). Siswa harus jadi konstruktor pembelajaran aktif, dengan tujuan mengajar siswa dengan disiplin dan mengawali pengajaran dengan presepsi siswa dan membimbing siswa untuk menginduksi struktur-struktur.

Advance Organizer (Joyce, Weil, dan Calhoum, 2009:281) dirancang untuk memberikan apa yang disebut para ahli psikologi kognitif sebagai “bantuan mental untuk mempelajari informasi baru.” Advance Organizer di desain untuk memperkuat struktur kognitif siswa yaitu pengetahuan siswa terhadap subjek tertentu, bagaimana jelasnya, dan bagaimana stabilnya. Dengan kata lain, struktur kognitif harus berhubungan dengan jenis bidang pengetahuan dalam pikiran siswa, seberapa banyak ada di sana dan bagaimana sebaiknya pengetahuan tersebut di atur.

1. Tujuan dan Fungsi Advance Organizer

Advance Organizer berfungsi dalam memberikan dukungan berupa informasi baru untuk memudahkan menghubungkan pengetahuan baru dengan konsep yang telah ada pada struktur kognitif siswa, sehingga terjadi belajar bermakna.  Advance Organizer mengarahkan perhatian siswa kepada sesuatu yang penting dalam materi yang akan datang, menyoroti hubungan-hubungan antara gagasan yang akan disajikan, dan mengingatkan siswa akan informasi relevan yang telah siswa miliki Woolfolk (Hendron, 2006). Advance Organizer membantu menghimpun materi baru dengan menjabarkan, menyusun dan menahapkan gagasan utama materi baru berdasarkan pada apa yang telah diketahui oleh siswa.

2. Bentuk-bentuk Advance Organizer

Menurut Ausubel (Joyne, Weil, dan Calhoum, 2009:287) mengelompokkan Advance Organizer dalam dua bentuk yaitu:

a) Ekspository organizer adalah organizer yang menjelaskan suatu gagasan umum yang memiliki beberapa bagian yang berhubungan. Ekspository organizer memberikan konsep dasar pada tingkat abstraksi tertinggi atau mungkin beberapa konsep yang lebih kecil.

b) Comparative organizer, yaitu organizer yang membedakan antara konsep baru dengan konsep lama yang telah dimiliki siswa dengan struktur kognitif dengan tujuan mempertajam dan memperluas penalaran. Organizer ini digunakan untuk materi yang relatif dikenal yang didesain untuk membedakan antara konsep baru dengan konsep lama untuk mencegah kebingungan yang disebabkan oleh kesamaannya.

B. Hubungan antara Model Pembelajaran Advance Organizer dengan Penalaran Matematik.

Dalam pembelajaran matematika, kemampuan penalaran adalah proses lebih cermat. Indikator kemampuan penalaran matematik adalah menyimpulkan, menjelaskan, memperkirakan proses dan solusi, menggunakan pola, menyusun argumen dan membuktikan suatu pernyataan.

Untuk menyelesaikan suatu permasalahan materi matematik siswa sangat dituntut untuk memiliki daya nalar yang baik. Kemampuan penalaran siswa harus ditingkatkan dengan model pembelajaran yang dapat memacu siswa untuk menyimpulkan dan membuktikan pernyataan.

Model pembelajaran sangat banyak macamnya, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan penalaran. Namun kenyataannya banyak guru yang masih menerapkan pembelajaran secara konvensional.

Kemampuan penalaran akan terbangun dengan memiliki struktur kognitif pada masing-masing siswa. Struktur kognitif tersebut adalah indikator pada salah satu model pembelajaran Advance Organizer.

Pada model pembelajaran Advance Organizer siswa akan mempelajari materi baru dengan mengkaitkan materi sebelumnya, dan menyimpulkan materi baru tersebut. Sehingga siswa tersebut secara langsung dilatih kemampuan penalarannya untuk menyimpulkan suatu pernyataan yang telah siswa ketahui.

Berdasarkan pernyataan diatas, kemampuan penalaran sangat erat hubungannya dengan model pembelajaran Advance Organizer. Dalam model pembelajaran Advance Organizer, siswa membedakan konsep-konsep baru dengan konsep-konsep lama.

Daftar Pustaka

Anonim. (2006). Introduction to Advance Organizer. Tersedia: http://www.guidesandtutorials.com/advance-organizers.html. [22 Maret 2010]

Hendron, J. (2006). Advanced and Graphical Organizer: Proses Strategies Enchanched Through [Online]. Tersedia: http:/wb.syr.edu/maelting/cognitive/advance.htm. [25 Maret 2010]

Joyce. B, Weil. M, dan Calhoum. E. (2009). Models of Teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Maryamah, Y. (2005). Meningkatkan Kemampuan Penalaran Siswa SMP dalam Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Metode Inkuiri. Skripsi pada Jurusan Pendidian Matematika FPMIPA UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

Joyce dan Weil. (2000). Models of Teaching. London: A Pearson Education Company.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: